Selasa, 18 Juni 2013

Lembaran daun

 


Lembaran daun,

Layaknya kertas putih bersih

Namun, kini telah usang

Akibat goresan tinta-tinta perasaan secara perlahan

Di mana kerinduan sengaja disampaikan,

Bersama semilir angin yang berhembus pelan-pelan

Membawa lembaran daun pada kenangan


Dulu, adalah masa lalu

Sekaranglah masa depanku

Ah, aku tak boleh terbelenggu

Untuk mengingat kenangan itu

Hanya membuang waktuku

Kini, harus ku tata hidupku

Demi asa-asa yang maju

layaknya tulang-tulang daun yang tumbuh menyatu

Menuju satu yang dituju, itulah surga-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar