Lembaran daun,
Layaknya kertas putih
bersih
Namun, kini telah usang
Akibat goresan
tinta-tinta perasaan secara perlahan
Di mana kerinduan
sengaja disampaikan,
Bersama semilir angin
yang berhembus pelan-pelan
Membawa lembaran daun
pada kenangan
Dulu, adalah masa lalu
Sekaranglah masa
depanku
Ah, aku tak boleh
terbelenggu
Untuk mengingat
kenangan itu
Hanya membuang waktuku
Kini, harus ku tata
hidupku
Demi asa-asa yang maju
layaknya tulang-tulang
daun yang tumbuh menyatu
Menuju satu yang dituju,
itulah surga-Mu